All Extraordinary Things

Just another Blogdetik.com weblog

Jan
29

Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan

Posted by fmirnawati

 

Orang tua tentu menginginkan anaknya berhasil. Anak bisa masuk sekolah bagus, memiliki prestasi akademik yang baik seringkali menjadi indikator keberhasilan. Anak dituntut untuk menjadi rajin belajar agar pintar di sekolah. Apakah kepintaran akademik ini dapat menjadikan mereka berhasil mengarungi kehidupan?

Berhasil = Pintar ?

Seiring dengan waktu, anak akan tumbuh dewasa dan pergi meninggalkan rumah. Jika anak hanya tahu lingkungan sekolah dan rumah, apakah anak dapat menghadapi hiruk pikuk, jatuh bangun, tak sederhananya kehidupan? Sub bab “Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan” halaman 45 dalam buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu memberikan perspektif berbeda dalam hal pendidikan anak.

Nadesul (2008) mengemukakan bahwa anak sekarang merupakan anak dari generasi “platinum”. Gizi mereka berkualitas tinggi, hidup serba berkecukupan dan serba di lindungi. Generasi platinum ini sedikit sekali mengetahui dunia di luar lingkungan sekolah. Anak yang dibesarkan hanya dengan ilmu bangku sekolah akan memiliki skill for life yang rendah. Tidak bisa menjahit kancing baju sendiri, tidak bisa menyalakan kompor, atau tidak bisa merapihkan kamar sendiri. Padahal, beragam ilmu pengetahuan dan keterampilan tersembunyi tidak ada di bangku sekolah.

Tacit Knowledge

Bukanlah tugas orang tua untuk membatasi mimpi dan harapan anak apalagi mematahkan keinginan mereka. Tugas orang tua adalah memberikan arahan dengan dukungan dan membuat mereka berani mencoba hal-hal baru. Mereka mungkin akan melakukan kesalahan dalam mencoba banyak hal. Kesalahan itulah yang akan membawa mereka kepada pengetahuan baru yang dinamakan tacit knowledge.

Tacit knowledge merupakan bentuk pengetahuan yang tidak ada di buku pelajaran sekolah dan tidak mudah diaplikasikan. Tacit knowledge terpetik dari pengalaman karena sudah pernah melakukan sendiri. Tak ada buku teks mengenai bagaimana berenang di sungai atau bagaimana merapihkan kamar sendiri.

Kesimpulannya adalah…

Anak perlu melakukan banyak kegiatan selain kegiatan berkutat dengan buku-buku sekolah. Biarkan mereka mencoba dan melakukan kesalahan. Semakin banyak mereka mencoba maka semakin banyak pula tacit knowledge yang mereka peroleh. Dengan pengalaman-pengalaman itulah mereka akan bertambah bijaksana dalam mengarungi kehidupan seiring dengan bertambahnya usia.

The best thing is that if you get a lot of your mistakes over and done with early on in life, there will be less to learn the hard way later on. And that’s what youth is all about, a chance to make all mistakes you can and get them out of the way (Templar, 2006)

References:

Dee dan Kuti. 2009. Senandung Cinta dari Rumah Kayu. Daun Ilalang Publishing

Nadesul, Handrawan. 2009. Pengetahuan Tersembunyi. Kompas Februari 2009. Jakarta

Templar, Richard. 2006. The Rules of Life. Pearson Education. Great Britain

 

Fadliah Mirnawati

Let’s share the knowledge and inspire others

 


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  1. cyperus Said,

    ~T.F.S~

    Mas Cyperus,, May I know what T.F.S stand for? Anyway, thanks for visiting this site. I will be more appreciate if you can explain us the meaning of T.F.S
    Thank you ;) -f

  2. codet Said,

    Hanya orang mati yang tak lagi melakukan kesalahan.

    Mas Codet, terima kasih kunjungan dan comment nya.. Ditunggu kunjungan berikutnya lho.. Oooh,, pernah ada orang mati yang cerita ya ke Mas Codet kalau di dunia sana tak ada lagi kesalahan? :-) -f

  3. 'dee Said,

    Keyen, Fet! :-) d.~

    Terima kasih mba dee :-).. Hopefully the final result will be good -f

  4. how to ollie Said,

    Good post… I’m always on the lookout for good blogs.

    Thank you very much.. Good blogs? Oh I will take it as my gratitude.. Thanks for visiting and giving comment here.. I am looking forward your next visit ;) -f

  5. p.s. i love you » Blog Archive » And the winner is….. Said,

    [...] Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan di [...]

    Terima kasih ya Mbak Dee dan Mas Kuti sudah memilih tulisan ini sebagai satu dari sepuluh pemenang Rumah Kayu Writing Contest ;) -f

  6. Mas Ben Said,

    Kewajaran anak kecil melakukan kesalahan. Anak yang nakal indikasi keintahuan dia dan membentuk nalarnya menuju kecerdasan.

    Mas Ben
    http://bentoelisan.blog.com

    Yup,,, Wuah Mas Ben lebih berpengalaman dech kalau soal pendidikan anak ;) -f

  7. Blog Detik » Blog Archive » Pemenang Rumah Kayu Writing Contest Said,

    [...] Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan di [...]

    Terima kasih blogdetik.. Tulisan ini sudah menjadi bagian pemenang Rumah Kayu Writing Contest.. Huehehehe,, 3x nulis untuk RUmah Kayu Writing Contest, 3x pula tulisan itu masuk hot blog,, Alhamdulillah ;) -f

  8. Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com Said,

    [...] Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan di [...]

    Alhamdulillah… Terima kasih untuk link nya.. Iya,, tulisan ini memang masuk ke dalam sepupuh pemenang Rumah Kayu Writing Contest :) -f

  9. putra pantura Said,

    Sakolah/koeliah itoe pendidikan jang terpendjara
    Pendidikan jang paripoerna itoe ja kehidoepan itoe sendiri.

    Hal yang baik seringkali perlu dicapai dengan segala perjuangan.. Sekolah bukan penjara tapi juga sarana memebentuk kepribadian dan sosialita kehidupan anak ya, Mas? Terima kasih sudah berkunjung dan selalu memberikan comment bagus di di blog ini.. Ditunggu lho kedatangan selanjutnya ;) -f

  10. how to ollie Said,

    how to ollie…

    [...] Learn how to ollie like a professional [...]…

  11. kch4ng Said,

    Betul itu.

    Sampai hari ini saja saya masih belum bisa mengoperasikan mesin cuci.

    Jadi buat para orang tua kalau anaknya kepingin coba sesuatu tolong langsung diajarin, jangan sok sibuk nanti akibatnya anak jadi males kalau mau nanya ini itu.

    Ntar kaya saya deh, make mesin cuci aj ga bisa.

    Tapi kalau penggilasan alias cuci manual bisa dong pasti-nya? ;) Terima kasih kunjungan dan comment nya,, comment yang sangat inspiratif -f

  12. Pemenang Rumah Kayu Writing Contest | Satlaser.com Said,

    [...] Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan di [...]

  13. poetra pantoera Said,

    Tolok oekoer pendidikan disamping melihat hasil, djoega proses pelaksanaannja, sehingga kita bisa evaluasi djoega proses-proses itoe.

    Kalau ibarat produksi, penting melihat input-proses-output ya?? Terima kasih comment-nya bagus sekali :) -f

  14. Astaga.com lifestyle on the net Said,

    Selamat menjadi pemenang rumah kayu.
    Pandangan yang sangat baik.

    Terima kasih :) -f

Add A Comment


?>